Posted by: dafasyafiq on: Desember 16, 2010
Menjadi guru, bukanlah sebuah pekerjaan, karena di dalamnya dituntut pengabdian, dan juga ketekunan. Harus ada pula kesabaran, dan welas asih dalam menyampaikan pelajaran. Sebab, sejatinya, guru bukan hanya mendidik, tapi juga mengajarkan. Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya.
Menjadi guru, bukan tentang pekerjaan mentereng. Menjadi guru juga bukan tentang pekerjaan yang gemerlap. Tak ada kerlap-kerlip lampu sorot yang memancar, juga pendar-pendar cahaya setiap kali guru-guru itu sedang membaktikan diri. Sebab mereka memang bukan para pesohor, bukan pula bintang panggung.
Namun, ada sesuatu yang mulia disana. Pada guru lah ada kerlap-kerlip cahaya kebajikan dalam setiap nilai yang mereka ajarkan. Lewat guru lah memancar pendar-pendar sinar keikhlasan dan ketulusan pada kerja yang mereka lakukan. Merekalah sumber cahaya-cahaya itu, yang menyinari setiap hati anak-anak didik mereka.
Dari gurulah kita belajar mengeja kata dan kalimat. Pada gurulah kita belajar
lamat-lamat bahasa dunia. Lewat guru, kita belajar budi pekerti, belajar
mengasah hati, dan menyelami nurani. Lewat guru pula kita mengerti tentang
banyak hal-hal yang tak kita pahami sebelumnya. Tak berlebihankah jika kita
menyebutnya sebagai pekerjaan yang mulia ?
Jika ingin merasakan pengalaman batin yang berbeda, cobalah menjadi guru. Rasakan kenikmatan saat setiap anak-anak itu memanggil Anda dengan sebutan itu, dan biarkan mata penuh perhatian itu memenuhi hati Anda. Ada sesuatu yang berbeda disana. Cobalah. Rasakan….
Posted by: dafasyafiq on: Desember 14, 2010
Pengumuman Boat Anak-anak RPL :
Posted by: dafasyafiq on: Desember 10, 2010
Calon Pegawai Negeri Sipil juga merupakan salah satu unsur penyelenggara pemerintahan dan pembangunan kiranya perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan di bidang pemerinatahan agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar. Disamping pengetahuan tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan juga perlu dibekali tentang wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika PNS. Pengetahuan tersebut sangat penting agar calon PNS menyadari perannya dalam tugas pemerintahan itu sebagai pelayanan masyarakat.
Untuk mewujudkan hal tersebut di atas maka pada Tahun Anggaran 2010 Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III umum Angkatan ke III Pola Kemitraan Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah.
Posted by: dafasyafiq on: Oktober 9, 2010
Kegiatan Olimpiade Sains Terapan Tingkat Nasional (OSTN) merupakan media untuk mengapresiasi kemampuan siswa SMK dalam bidang sains terapan yang sangat berguna bagi mereka untuk beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perkembangan ekonomi yang sangat cepat. Selain itu, OSTN juga dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk memotivasi semangat belajar siswa dibidang sains sehingga dapat menjadi calon pekerja yang cerdas, adaptif, dan kreatif.
| Siswa SMK selain dbekali kemampuan produktif sesuai dengan program keahlian yang diikuti, juga dibekali ilmu matematika, fisika, kimia dan biologi Materi tersebut umumnya sudah dipelajari sejak masih duduk di SMP, MTS. Hanya saja, dalam perkembangan selanjutnya, mata pelajaran matematika dan sains tersebut lebih lekat dengan siswa SMA, sehingga kesannya, siswa SMK tidak lagi membutuhkan matematika dan sains
Fakta tersebut telah menggugah kesadaran dari Pemerintah dalam hal ini Direktorat Pembinan SMK untuk segera merevitalisasi pengajaran sains dan matematika di SMK untuk meningkatkan mutu dan daya saing lulusan SMK. Matematika dan sains adalah dua jenis mata pelajaran yang menjadi dasar bagi perkembangan kecerdasan anak. Itu sebabnya disisi lain penting untuk menunjang ketrampilan kerja, sisi lainnya untuk lebih mencerdaskan siswa SMK. Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN) ini merupakan bagian upaya pemerintah melalui Direktort Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan untuk mendorong dan merangsang siswa kejuruan untuk dapat berinovasi, berkreasi, dan memiliki keunggulan akademis yang dapat membuat mereka menjadi sumber daya manusia unggul.
OSTN Tingkat Nasional ke III yang diadakan Semarang dan melombakan bidang matematika teknologi, matematika non teknologi, kimia terapan, biologi terapan, Karya Ilmiah Siswa (KIS) dan ICT (Pemrograman) |
Tujuan OSTN :
Posted by: dafasyafiq on: Agustus 28, 2010
Laptop sepertinya sudah bukan menjadi barang mewah lagi. Mereka yang mobilitasnya tinggi dan sering bepergian, memilih laptop sebagai ‘teman sejati’ yang menemani setiap pekerjaan mereka kemanapun mereka pergi.
Namun tak sedikit konsumen yang bimbang dan kebingungan saat ingin membeli laptop baru mengingat laptop bukanlah barang murah. Terlebih lagi saat ini bermunculan berbagai jenis laptop dengan beragam spesifikasi dan merk, pun harganya bervariasi. Tak jarang pula konsumen membeli laptop dengan spesifikasi yang ‘wah’ tanpa memikirkan kegunaannya.
Bagaimana memilih laptop yang sesuai dengan kebutuhan? Simak beberapa tips singkat berikut ini:
1. Tentukan dulu kegunaannya, apakah laptop akan dipakai untuk disain dan gaming,
men-develop sistem, atau mobile.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: dafasyafiq on: Agustus 6, 2010
Setelah lama sekali ga ada aktifitas di blogg, kali ini akan membahas tentang penanganan virus shortcut. Beberapa hari yang lalu ada teman yang komputernya terserang virus tersebut.
Terus bagaimana sech cara menangani virus shorcut, tanpa harus menginstal ulang system ? kira-kira begitu pertanyaan yang muncul dari obrolan dengan teman saya itu.Virus ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya dan tidak merusak sistem, tetapi lumayan mengganggu karena dia membuat shortcut yang banyak pada file dan folder dikomputer, minimal 5 shorcut untuk satu file/folder. Untuk antivirus luar terkadang ada yang tidak mengenali virus ini, karena memang ini termasuk virus lokal. Makanya penanganannya dilakukan secara manual.
Ciri – Ciri Virus Shortcut :
Langkah – Langkah pembasmian :
uTool
Search file dengan nama autorun.inf ukurannya 8 KB
Search file dengan nama Thumb.db ukurannya 8 KB
Search file dengan ekstensi .lnk.lnk ukurannya 1 KB
Hapus semua file yang ditemukan..
Cari di bagian HKCU\..\Run: yang berhubungan dengan file database.mdb
run regedit
- Klik kanan repair.inf
- Klik Install
[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=Vaksincom Oyee
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del
[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,”regedit.exe “%1″”
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,”””%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, “Explorer.exe”
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
[del]
HKLM,SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, Winupdate
HKCU,SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, explorer
Sebaiknya matikan fitur Autorun pada Windows agar virus tidak kembali.
SELAMAT MENCOBA BRO …!!!
Posted by: dafasyafiq on: Juni 10, 2010
Romi Satria Wahono
romi@romisatriawahono.net
http://romisatriawahono.net
Rekayasa Perangkat Lunak yang merupakan terjemahan dari terminologi Software Engineering, sedikit mengalami pergeseran makna di realita dunia industri, bisnis, pendidikan maupun kurikulum Teknologi Informasi (TI) di tanah air. Di industri, tester dan programmer sering salah kaprah menyandang gelar Software Engineer. SMK di Indonesia juga latah dengan membuka jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, meskipun secara kurikulum hanya mengajari bahasa C atau Pascal (mungkin lebih pas disebut jurusan pemrograman komputer)
Tulisan ini berusaha menyegarkan kembali pemahaman kita tentang apa itu Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) berdasarkan kesepakatan, acuan, dan standard yang ada di dunia internasional.
Sejarah munculnya Rekayasa Perangkat Lunak sebenarnya dilatarbelakangi oleh adanya krisis perangkat lunak (software crisis) di era tahun 1960-an. Krisis perangkat lunak merupakan akibat langsung dari lahirnya komputer generasi ke 3 yang canggih, ditandai dengan penggunaan Integrated Circuit (IC) untuk komputer. Performansi hardware yang meningkat, membuat adanya kebutuhan untuk memproduksi perangkat lunak yang lebih baik.
Akibatnya perangkat lunak yang dihasilkan menjadi menjadi beberapa kali lebih besar dan kompleks. Pendekatan informal yang digunakan pada waktu itu dalam pengembangan perangkat lunak, menjadi tidak cukup efektif (secara cost, waktu dan kualitas). Biaya hardware mulai jatuh dan biaya perangkat lunak menjadi naik cepat. Karena itulah muncul pemikiran untuk menggunakan pendekatan engineering yang lebih pasti, efektif, standard dan terukur dalam pengembangan perangkat lunak. Dari berbagai literatur, kita dapat menyimpulkan bahwa Rekayasa Perangkat Lunak adalah:
Suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal requirement capturing (analisa kebutuhan pengguna), specification (menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna), desain, coding, testing sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.
Kalimat ”seluruh aspek produksi perangkat lunak” membawa implikasi bahwa bahwa Rekayasa Perangkat Lunak tidak hanya berhubungan dengan masalah teknis pengembangan perangkat lunak tetapi juga kegiatan strategis seperti manajemen proyek perangkat lunak, penentuan metode dan proses pengembangan, serta aspek teoritis, yang kesemuanya untuk mendukung terjadinya produksi perangkat lunak. Kemudian tidak boleh dilupakan bahwa secara definisi perangkat lunak tidak hanya untuk program komputer, tetapi juga termasuk dokumentasi dan konfigurasi data yang berhubungan yang diperlukan untuk membuat program beroperasi dengan benar. Dengan definisi ini otomatis keluaran (output) produksi perangkat lunak disamping program komputer juga dokumentasi lengkap berhubungan dengannya. Ini yang kadang kurang dipahami oleh pengembang, sehingga menganggap cukup memberikan program yang jalan (running program) ke pengguna (customer).
Posted by: dafasyafiq on: April 26, 2010
| NO. | NIS | NAMA | NILAI | |||
| SKK 4 | SKK 5 | SKK 6 | SKK 7 | |||
| 1 | 12912 | Aditiyas Bayu Saputra | 70 | 72 | 68 | - |
| 2 | 12913 | Afifah Intan Fadila | 70 | 70 | 67 | - |
| 3 | 12914 | Ahmad Zainurrochman | 75 | 75 | 68 | - |
| 4 | 12915 | Ana Satya Wijaksono | 67 | 70 | 67 | - |
| 5 | 12916 | Anggi Yulistianto | 70 | 70 | 68 | - |
| 6 | 12917 | Anisa Maysaroh | 68 | 70 | 68 | - |
| 7 | 12918 | Azizah Nurul Karohmah | 70 | 68 | 68 | - |
| 8 | 12919 | Dhian Sapto Prakoso | 72 | 72 | 68 | - |
| 9 | 12920 | Eka Juni Werdianto | 67 | 68 | 65 | - |
| 10 | 12921 | Eka yuliana | 70 | 72 | 67 | - |
| 11 | 12922 | Eka Yuni Setiowati | 72 | 73 | 68 | - |
| 12 | 12923 | Elis Kurniatun | 72 | 70 | 67 | - |
| 13 | 12924 | Fajar Safitri | 70 | 70 | 68 | - |
| 14 | 12925 | Imam Zaeni Rizqi Mubarok | 68 | 70 | 67 | - |
| 15 | 12926 | Ingga Rossi Rahmadani | 72 | 70 | 68 | - |
| 16 | 12927 | Leni Frandani | 72 | 72 | 68 | - |
| 17 | 12928 | Melyna Prihatin Ningsih | 70 | 70 | 68 | - |
| 18 | 12929 | Misbahul Haq | 65 | 68 | 67 | - |
| 19 | 12930 | Muhammad Iqbal Nugroho | 72 | 75 | 68 | - |
| 20 | 12931 | Muhammad Jundi Hanif | 75 | 75 | 68 | - |
| 21 | 12932 | Musthafa Dhanang Purboyo | 73 | 75 | 68 | - |
| 22 | 12933 | Ninda Febian Ade Nugroho | 68 | 70 | 68 | - |
| 23 | 12934 | Novrita Tia Pratiwi | 68 | 70 | 68 | - |
| 24 | 12935 | Nur Baeti | 70 | 72 | 68 | - |
| 25 | 12936 | Rahma Fitria Bani Rosyada | 65 | 67 | 65 | - |
| 26 | 12937 | Rizky Sinta Nuraeni | 70 | 68 | 68 | - |
| 27 | 12938 | Sakti Juda Satrio | 70 | 70 | 67 | - |
| 28 | 12939 | Satrio Arif Wibowo | 68 | 70 | 67 | - |
| 29 | 12940 | Sinde Dian Lana | 70 | 70 | 67 | - |
| 30 | 12941 | Siti Fatimah | 73 | 72 | 68 | - |
| 31 | 12942 | Tantra Wesaka Putra | 73 | 72 | 68 | - |
| 32 | 12943 | Yuwono Andrianto | 72 | 73 | 68 | - |
Posted by: dafasyafiq on: Maret 20, 2010
1. Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional
Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi, dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.
2. Bersikaplah proaktif
Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UAN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 6,50 atau 7,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.
3. Buatlah rencana
Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UAN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis
4. Perbanyaklah baca dan latihan soal
Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).
Posted by: dafasyafiq on: Februari 16, 2010
Beberapa waktu yang lalu ada teman yang meminta tolong untuk menghitung nilai ujian. Kemudian ada kolom keterangan yang menyatakan apakah siswa tersebut lulus atau tidak. Syarat kelulusan sebagai berikut :
1. Nilai rata-rata minimal 5.25
2. Jika ada nilai salah satu pelajaran di bawah 4.00 maka dinyatakan tidak lulus
3. Boleh ada 2 pelajaran dengan nilai 4, asalkan nilai pelajaran lain, minimal 4.25
Untuk menjawab permasalahan tersebut di atas, berikut langkah-langkahnya :
=IF(COUNTIF(G6:L6,”<4.00″)>=1,”Tidak Lulus”, IF(AND(COUNTIF(G6:L6,”4.00″)>2, COUNTIF(G6:L6,”>4.25″)<>4),”Tidak Lulus”,IF(AND(COUNTIF(G6:L6,”<4.00″)=0,N6<5.25),”Tidak Lulus”,”Lulus”)))
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba…!! Klik di sini untuk mendownload filenya.